Minggu, 23 Mei 2021

Ulasan SehatQ.com: Sinar Ultraviolet Berpotensi Sebabkan Kanker Kulit

Pada dasarnya, sinar matahari memiliki banyak manfaat untuk kulit manusia. Akan tetapi, kadar yang melebihi normal justru berpotensi menyebabkan berbagai jenis gangguan pada kulit dan yang paling parah adalah kanker kulit. Umumnya, masalah kulit akibat paparan sinar ultraviolet ini baru akan muncul ketika anda sudah menginjak usia lebih dari 40 tahun.

 


Jenis Radiasi Sinar Ultraviolet dan Efeknya pada Kulit
Berdasarkan energinya, sinar ultraviolet dibagi menjadi tiga jenis, yaitu UVA, UVB, dan UVC. Secara umum, radiasi sinar ultraviolet adalah radiasi elektromagnetik yang bersumber dari matahari. Jika paparannya terlalu sering mengenai kulit, maka dapat menimbulkan gangguan kulit, mulai dari yang paling remeh hingga gangguan serius.


Sinar ultraviolet A atau UVA merupakan jenis sinar ultraviolet dengan energi yang paling rendah dan umumnya berkaitan dengan masalah kulit jangka panjang, seperti kulit keriput. UVA dapat mempercepat penuaan sel-sel kulit dan merusak sel-sel DNA secara tidak langsung.


UVB memiliki energi yang lebih besar dari UVA dan dapat merusak sel-sel DNA secara langsung. Sinar ultraviolet jenis ini dapat memicu sunburn atau kulit terbakar dan kanker kulit. Selanjutnya adalah UVC dengan energi yang paling besar. Namun, energi ini tidak dapat mencapai tanah, sehingga tidak akan menyebabkan gangguan pada manusia.


Jenis Kanker pada Kulit Akibat Paparan Sinar Ultraviolet
Jenis kanker pada kulit yang muncul akibat terlalu sering terkena paparan sinar ultraviolet adalah melanoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel basal. Umumnya, karsinoma sel basal tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Selain itu, kanker jenis ini bisa diangkat melalui tindakan operasi.


Sementara itu, kanker pada kulit jenis melanoma dan karsinoma sel skuamosa tergolong ke dalam jenis kanker yang lebih ganas dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker melanoma menjadi jenis kanker yang paling ganas dan paling rentan mengakibatkan kematian. Ternyata, paparan sinar ultraviolet memiliki resiko Penyakit kulit yang cukup besar.


Dampak Lain Sinar Ultraviolet terhadap Kulit
Kanker pada kulit merupakan dampak paling serius dari paparan sinar ultraviolet yang terus-menerus selama bertahun-tahun. Akan tetapi, terdapat gangguan pada kulit lainnya yang levelnya tidak seberbahaya kanker. Gangguan yang paling sering terjadi adalah perbedaan warna kulit atau biasa disebut dengan kulit belang.


Kulit yang tertutup memiliki warna yang lebih terang dibandingkan kulit yang terpapar sinar ultraviolet. Gelapnya warna kulit ini merupakan hasil dari produksi pigmen yang berfungsi untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet. Jenis gangguan lainnya adalah sunburn atau kulit terbakar.


Radiasi dengan dosis yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan sel-sel di dalam kulit. Pada tingkat yang ringan, anda hanya akan merasakan keluhan kemerahan pada kulit dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Namun pada tingkat yang parah, sunburn dapat menimbulkan kulit melepuh, mengelupas, dan terasa perih,


Oleh sebab itu, anda disarankan untuk menggunakan sunscreen atau sunblock ketika hendak keluar rumah untuk menghindari resiko penyakit kulit, terlebih saat cuaca sedang panas. Sediaan sunscreen dapat membantu menghalau paparan sinar ultraviolet agar tidak terlalu banyak terkena kulit. Dengan demikian, resiko terkena gangguan kulit juga lebih kecil.


Sinar ultraviolet sebenarnya memiliki banyak manfaat untuk kulit, tapi jika dosisnya terlalu tinggi dan berlebihan, maka berpotensi menyebabkan beragam gangguan pada kulit. Gangguan yang paling parah adalah kanker pada kulit. Untuk menghindari resiko tersebut, sebaiknya rutin menggunakan sunscreen atau sunblock untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.